Tafsir Singkat Surat An Nur Ayat 2 dan Terjemah Per Kata

tafsir singkat surat an nur ayat 2

Surat An Nur ayat 2 adalah ayat tentang hukuman zina. Berikut ini terjemah per kata dan tafsir singkat Surat An Nur ayat 2.

Terjemah Surat An Nur Ayat 2

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (QS. An Nur: 2)

Baca juga: Tafsir Singkat Surat Luqman Ayat 13-14

Terjemah Per Kata

Berikut ini terjemah per kata Surat An Nur ayat 2:

perempuan pezinaالزَّانِيَةُ
dan laki-laki pezinaوَالزَّانِي
maka deralahفَاجْلِدُوا
tiap-tiapكُلَّ
satu, seorangوَاحِدٍ
dari keduanyaمِنْهُمَا
seratusمِائَةَ
deraanجَلْدَةٍ
dan janganlahوَلَا
kalian mengambilتَأْخُذْكُمْ
pada keduanyaبِهِمَا
belas kasihanرَأْفَةٌ
dalamفِي
agamaدِينِ
Allahاللَّهِ
jikaإِنْ
kalian adalahكُنْتُمْ
(kalian) berimanتُؤْمِنُونَ
kepada Allahبِاللَّهِ
dan hariوَالْيَوْمِ
akhirالْآخِرِ
dan hendaklah menyaksikanوَلْيَشْهَدْ
hukuman keduanyaعَذَابَهُمَا
segolonganطَائِفَةٌ
dariمِنَ
orang-orang yang berimanالْمُؤْمِنِينَ

Baca juga: Tafsir Singkat Surat Al Falaq

Tafsir Singkat Surat An Nur Ayat 2

Surat An Nur ayat 2 diawali dengan penjelasan hukuman had untuk pelaku zina.

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera,

Ibnu Katsir menjelaskan, dalam ayat ini terkandung hukum had bagi orang yang berzina. Ayat ini adalah hukuman untuk pelaku zina yang belum menikah (ghairu muhshan). Yakni hukuman had-nya adalah didera 100 kali. Menurut jumhur ulama, ditambah diasingkan selama satu tahun. Sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat, pengasingan ini diserahkan kepada imam apakah perlu atau tidak.

Sedangkan untuk pelaku zina muhshan (telah berhubungan dalam ikatan pernikahan yang sah), hukuman had-nya dalah dirajam.

Kemudian, ayat ini menegaskan untuk melaksanakan hukum Allah meskipun merasa kasihan.

وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat,

“Di dalam Surat An Nur ayat 2 ini dijelaskan, bahwa hukum itu mesti dilakukan dan tidak boleh dikendurkan karena merasa belas kasihan atau tenggang-menenggang. Malahan di dalam susunan ayat ini didahulukan menyebut laki-laki yang berzina. Karena menghambat jangan sampai orang mengendurkan hukum karena yang akan dihukum itu adalah kaum lemah, perempuan patut dikasihani dan sebagainya,” kata Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar.

وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.

Menurut Qatadah, agar hal itu menjadi pelajaran. Sedangkan menurut Nashr bin Alqamah, hal itu bukan untuk mempermalukan pelaku, tetapi agar orang-orang beriman yang menyaksikan itu mendoakan kepada Allah buat keduanya supaya taubatnya diterima Allah dan mendapat rahmat-Nya.

Sayyid Qutb dalam Tafsir Fi Zhilalil Qur’an menjelaskan, penegakan hukuman disaksikan sekumpulan orang beriman agar menjadi lebih efektif menjerakan dan mempengaruhi jiwa orang-orang yang telah melakukan perbuatan keji itu dan orang yang menyaksikan pelaksanaan hukumannya.

Baca juga: Ayat Kursi

Penutup

Mungkin sebagian orang memandang hukuman untuk pelaku zina ini kejam. Apalagi jika hanya melihat satu sisi bahwa mereka melakukannya karena suka sama suka.

Mengapa Islam sekeras itu menghukum orang yang berzina? Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar menjelaskan, karena agama dimaksudkan untuk memelihara lima perkara. Pertama, memelihara agama itu sendiri. Kedua, memelihara jiwa raga manusia. Ketiga, memelihara kehormatan. Keempat, memelihara akal. Kelima, memelihara harta benda.

Jadi hukuman had itu tidak lain adalah untuk menjaga kehormatan manusia. Termasuk menjaga garis nasab dan keturunan agar jelas dan suci, tidak terkotori.

Untuk penjelasan lebih lengkap beserta isi kandungan ayat ini, silakan baca di artikel Surat An Nur Ayat 2. Wallahu a’lam bish shawab. [Muchlisin BK/QuranHadits.id]